Andai kudapat menggenggam pasir tanpa harus menjatuhkannya. Maka itulah yang ingin ku lakukan pada semua orang yang pernah sekedar menolehkan pandangannya padaku..
Pernahkah
kau merasa jiwamu melayang?? Meliuk-liuk di temani hembusan angin dunia,,
seraya di iringi deru bumi yang menjadi instrument.
Maka saat itu kau merasa jiwamu terbebas, berbaur bersama
alunan melayu dunia, tak pernah merasa sedih, tak juga merasa kecewa, tanpa
juga takut menjadi tua.
Walau
sebuah akhir hanyalah awal dari kisah yang baru, namun biarkanlah kebersamaan
kita menjadi satu dari ribuan ukiran kenangan di hatimu, bukan menjadi sebuah
beban, melainkan menjadi sebuah kekuatan bagimu demi meraih hari esok..
Terdengarkah
olehmu, bisikan pasir di padang gurun??, yang begitu bahagia ketika pengelana
menapaki dan hanya melewati mereka..!!
Maka
bilamana tangan tuhan masih mengizinkanku bersimpuh di hadapannya. Maka ku ingin tuhan menuntunku agar dapat menjadi seperti
mereka yang menjadikan kebersamaan yang hanya sesaat menjadi hal yang sangat
berharga..
Waktu
kini berjalan begitu cepat, tanpa menghiraukan hati anak-anak manusia yang
pergi mengiringinya dengan rasa sedih dan perih, dengan rasa cinta yang mulai
terkikis, dengan rasa rindu yang mulai habis, dengan kesetiaan yang menipis,
namun ini adalah jalan yang harus mereka tempuh, yakni sebuah kenyataan yang
lebih agung daripada sebuah ilusi atau khayalan seperti yang mereka inginkan.
Hingga
nafasku mulai sesak, hingga pandanganku mulai buram, saat kasih sayang hanya
menjadi bualan, dan kata sahabat hanya menjadi omong kosong aku tetap dan akan
selalu mengingatmu, hingga ahirnya tangan-tangan kosong menjemput jiwa ini yang
penuh dengan dosa.
Oleh : Muhammad
Saiful Anwar






0 comments:
Post a Comment