Dalam pengalihan sebuah tulisan Arab-Indonesia
atau Indonesia-Arab, kita memerlukan suatu kaidah yang benar. Karena jika kita
salah mengalihkan sebuah tulisan maka akan salah pula arti dan maknanya.
Pedoman penulisan Arab-Indonesia atau Indonesia Arab khususnya nama-nama tokoh
nasional maupun internasional jika kita mau menulis untuk disimpan sendiri dan
tidak untuk khalayak umum maka kita bisa menggunakan kaidah-kaidah yang sekedar
kita saja yang tahu. tetapi jika sebuah tulisan itu akan kitapublikasikan dan
untuk konsumsi khalayak umum maka kita harus mengikuti kaidah penulisan
transileterasi yang baik dan benar dan sesuai dengan standar penulisan nama
yang digunakan oleh bangsa Arab.
Setelah membaca dan mencari-cari di mesin
telusur google dengan menggunakan beberapa situs berbahasa Arab, saya menemukan
banyak perbedaan antara transileterasi Indonesia-Arab atau Arab-Indonesia.
Pedoman itu ternyata berbeda dengan pedoman Arab Pegon yang sudah sangat
terkenal dan berkembang pesat dikalangan para santri.
Misalnya :
Pegon Arab
|
Penulisan Arab Sesuai Standard orang Arab
|
Arti Bahasa Indonesia
|
Analisis Perbedaan
|
فا تيمورا
|
با تيمورا
|
Pattimura
|
Umumnya pada pegon Arab huruf ‘P’ ketika menerjemahkan dari Indonesia ke
Arab maka selalu ditulis dengan huruf ‘ف’
sesuai dengan kaidah orang Arab penggunaan huruf P dalam transileterasi Arab-Indonesia
ada kalanya menggunakan huruf ‘ف’
ada kalanya juga menggunakan huruf ‘ب’.
|
أليزابيت
|
أليزابيث
|
Elizabeth
|
Jika kita menggunakan huruf pegon maka terjemah yang kita hasilkan adalah
penulisan akhirnya menggunakan huruf ‘ت’
berbeda dengan standar orang Arab yang menggunakan huruf ‘ث’.
|
Berikut adalah pedoman singkat yang saya temukan ketika mengalihkan
teks Indonesia-Arab
1.
Selalu
menampakkan huruf vocal
Contoh : Susilo = سوسيلو
Huruf
vocal ‘u’ dan ‘o’ ditampakkan dengan menggunakan huruf ‘و’
dan huruf ‘i’ ditampakkan dengan huruf ‘ي’ dan vokal ‘a’ ditampakkan dengan ‘ا’.
2.
Penulisan
dua huruf konsonan, hanya ditulis dengan satu huruf konsonan saja.
Contoh : Hillary Clinton = هيلاري كلينتون
Dalam penulisan nama di atas, huruf konsonan yang doble ‘ll’ hanya
ditulis dengan satu huruf yaitu ‘ل’ sedangkan ‘ا’ menunjukkan bahwa
setelahnya adalah huruf ‘a’ seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya huruf
konsonan selalu ditampakkan.
3.
Penulisan
nama latin ke Arab sesuai dengan cara bacanya, bukan sesuai dengan penulisan
dalam huruf latinnya.
Contoh : Jusuf Kalla = يوسف كالا
Dalam penulisan di atas, Jusuf Kalla tidak
ditulis جوسف كالا karena dalam membacanya Yusuf bukan Jusuf
4.
Penulisan
(NG) dan (NY)
Dalam penulisan (ng) di bahasa Arab, ada dua kaidah yang pertama
menggunakan (نج) dan (نغ) sedangkan penulisan
(ny) menggunakan (نيا).
Contoh: Bambang = بامبانج / بامبانغ
Benyamin = بينيامين
5. Penulisan huruf hamzah di awal kata (ء/أ).
Karena sering kali kita menulis hanya alif (ا)
saja di awal kalimat. Padahal kita tahu bahwa alif itu tidak bias menerima
harokat.
Contoh : Elizabeth = أليزابيث
bukan اليزابيت
karena jika kita tidak menuliskan hamzah di
awal kalimat tersebut maka ejaannya menjadi ‘Lizabeth’
bukan ‘Elizabeth’.
6. Penulisan huruf (th) tidak menggunakan ت tetapi ث.
Contoh: Elizabeth = أليزابيث
bukan أليزابيت.
7. Penulisan huruf ‘c’ dalam bahasa Arab menggunakan huruf ج, س, atau ش.
Contoh : Cimahi : سيماهي
Aceh :
آشية/آتشية
Prancis : فارانسا
Ceko : تشكي
Citra Kirana : جترا كيرانا
8. Penulisan huruf ‘k’ menggunakan ‘ك’ atau ‘ق’
Contoh : Korea : كوريا
Kairo : قاهراه
9. Penulisan nama harus memperhatikan dari bahasa mana nama tersebut, berasal
dari bahasa Arab atau Indonesia atau bahasa lainnya. Karena jika nama tersebut
menggunakan bahasa Arab kemudian kita ubah ke bentuk Arab dengan bahasa
Indonesia maka akan terjadi kesalahaan arti atau makna.
Contoh :
Selamet tidak bisa kita tulis ke bahasa Arab سيلامت karena pada dasarnya kata
tersebut berasal dari bahasa Arab yang artinya keselamatan. Maka harus kita tulis سلامة
Ada lagi hal yang unik yang berlaku di masyarakat khususnya
masyarakat Jawa. Ketika memberi nama seorang anak dalam bahasa Arab, maka orang
Jawa khusunya umat Islam akan memberi nama anaknya menggunakan bahasa Arab.
Misalnya : Ahmad Hasan. Tetapi, mereka (orang Jawa Islam) khususnya di daerah
saya, tidak akan menggunakan huruf ‘h’ dalam penyebutan nama sehari-hari.
Mereka akan memanggil anak tersebut dengan panggilan ‘Kasan’. Bagi orang yang
baru mendengar, mungkin terlihat asing. Dan sangat mungkin terjadi dalam
penulisan namanya akan menjadi Ahmad Kasan akan ditulis dalam bahasa Arab أحمد كسن padahal yang dimaksud di
sini adalah حسن yang berarti baik bukan كسن yang tidak ada artinya
dalam bahasa Arab.
Dalam penulisan nama tokoh, tempat, atau
negara, kita tidak boleh egois menggunakan huruf pegon yang kita punya. Karena
jika kita menggunakan huruf pegon yang berkembang di Indonesia, maka ketika
tulisan kita dibaca oleh khalayak ramai, maka akan menimbulkan kesalahan arti.
Karena dalam bahasa Arab, nama-nama tempat, daerah, tokoh, dan negara sudah
mempunyai standar sendiri dalam bahasa Arab.
Timbul pertanyaan bagaimana kita membedakan
pembacaan huruf ‘o’ dan ‘u’ yang sama-sama ditulis dengan menggunakan satu
huruf saja dalam bahasa Arab yaitu huruf ‘و’.
Di sini saya berargumen bahwa untuk membedakan keduanya itu kita bisa
menggunakan filling atau perasaan kita dengan mengira-ngira tulisan itu
lebih enak kita baca ‘o’ atau ‘u’. Misalnya: Joko Widodo = جوكو ويدودو bagi kita yang sudah mengetahui
kaidah penulisan bahasa Arab, tidak mungkin rasanya kita akan membacanya
menjadi Juku Widudu. Karena nama itu sudah tidak asing lagi di telinga kita.
Dalam transileterasi Latin-Arab, ada satu
huruf yang mempunyai banyak versi penulisan hurufnya dalam bahasa Arab,
misalnya ‘c’ menjadi ‘ج’, ‘س’, atau ‘ش’. Itu semua bergantung
pada aspirat atau bunyi bahasa. Yang Insya Allah akan dijelaskan di lain kesempatan.
Sumber :
Hidayatullah, Moch. Syarif. 2014. Seluk Beluk Penerjemahan Arab-Indonesia. Tangerang : Alkitabah.
www.aljazeera.net






Jadi kalau huruf vokal e menggunakan alif ya bos?
ReplyDeleteاءيقندي
ReplyDeletemaaf ea klo salah. msih blajar nih
kalau tari gimana ya
ReplyDelete